Tuesday, September 8, 2015



SIAPAKAH KAHAR MUZAKAR? LAYAKAH DIA DIJADIKAN SEBAGAI PAHLAWAN ATAUKAH PEMBERONTAK ???


 

Gambar 1. Kahar Muzakar Pendiri DI/ TII di Sulawesi
Pertanyaan sedikit terlintas dipikiran bahwa siapakah Kahar Muzakar? Nama lengkap Abdul Qahar Muzakkar lahir di Lanipa Kabupaten Luwu pada tanggal 24 Maret 1921. Semasa hidupnya pada masa penjajahan dia mengabdikan diri sebagai pejuang kemerdekaan dalam melawan penjajah. Beberapa bulan pasca kemerdekaan Indonesia, banyak wilayah Sulawesi yang didatangi pasukan asing terutama dari Australia dan Sekutu, kejadian ini menyebabkan masyarakat khususnya pejuang negara harus mempertahankan kemerdekaan dan melakukan perlawanan terhadap pasukan sekutu tersebut. Kahar Muzakar yang merasa lahir di Sulawesi tidak terima akan tindakan pasukan sekutu, dia bersama Andi Mattalatta mengusulkan pembentukan Tentara Republik Indonesia (TRI) kepada Pangima Besar Jenderal Sudirman, usulan tersebut diterima bersama Andi Mattalatta, Kahar Muzakar ditugasi untuk berangkat ke Sulawesi.
Ditengah usaha melakukan perlawanan pasukan sekutu, pemerintah Indonesia dihadapkan pada masalah baru yaitu penyelesaian pasukan gerilya. Yang dimaksud dengan pasukan gerilya disini yaitu sekumpulan pejuang kemerdekaan yang ingin segera diangkat menjadi Angkatan Pemuda Republik Indonesia. Dalam masalah ini Kahar Muzakar mengutus staff kepercayaanya Lettu Saleh Sjahban untuk bernegosiasi dengan pasukan laskar gerilya, dalam usaha ini lettu Saleh mengalami kegagalan sehingga Kahar Muzakar mengambil inisiatif lain dan membentuk Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS).
Dalam perkembanganya Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan mampu menjadi wadah bagi pasukan gerilya Sulawesi Selatan sehingga Kahar Muzakar mengusulkan kepada pemerintah Republik Indonesia agar kesatuan gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) diangkat menjadi Divisi Hasanuddin dan menetapkan Overste Kahar Muzakar sebagai pemimpin Divisi. Sebenarnya usulan dari pembentukan KGSS menjadi Divisi Hasanudin berasal dari pembentuk KGSS yang notabene bawahan dari Kahar Muzakar yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel yang menganggap jasa dari Kahar Muzakar sangat besar dalam mempertahankan kemerdekaan di wilayah Jawa.
Dalam kenyataanya justru usulan dari Letkol Kahar Muzakar menjadi masalah bagi KGSS itu sendiri. Komandan Teritorium Wirabuana menilai bahwa KGSS tidak mematuhi aturan yang berlaku karena memaksa untuk diterima sebagai anggota Angkatan Pemuda Republik Indonesia (APRI). Sehingga upaya KGSS untuk menjadi bagian dari APRI gagal. Dalam perkembanganya karir Kahar Muzakar melaju sangat bagus karena hanya putra daerah Sulawesi Selatan yang berpangkat Letnan Kolonel yang ada di tubuh Tentara Republik Indonesia (TRI). Dalam perkembangan Karir seorang kahar Muzakar pernah menjadi komandan persiapan TRI- Sulawesi dan berhasil mengajak  tokoh- tokoh daerah dalam pembentukan TRI di Sulawesi. Dari sinilah Kahar Muzakar berhasil mengirim pasukan TRI untuk menjaga keamanan dan memperkuat perlawanan kepada Belanda di wilayah Sulawesi.
Dalam perkembanganya terjadi masalah didalam tubuh TRI itu sendiri yaitu dengan ditunjuknya Komandan Brigade XVI Letkol J.F Warrouw. Kegagalan dalam menduduki jabatan sebagai kepala Komandan Brigade XVI inilah yang menjadikan Kahar Muzakar melepaskan jabatanya sebagai wakil komandan Brigade XVI. Selanjutnya Kahar bergabung dengan Kolonel Bambang Supeno, dan dari sinilah dia mendapat tugas untuk membentuk komando Seberang antara lain Kalimantan, Sunda kecil, Sulawesi, dan Maluku Kecil. Dalam perjalananya terjadi reorganisasi kemiliteran di tubuh APRI yang mengharuskan komando Seberang dihapuskan serta terjadi pertentangan antara APRI dan perwira di markas besar menjadikan Kahar Muzakar kembali ke Sulawesi Selatan dan menjadi pemberontak.
Setelah keluar dari tubuh APRI, Kahar Muzakar membentuk gerakan Darul Islam (DI) atau Tentara Islam Indonesia (TII) yang beranggotakan mereka yang pernah ikut membela dan mempertahankan kemerdekaan bangsa yang tidak dihargai jasa- jasanya oleh Pemerintah. KGSS yang menginginkan untuk diterima sebagai anggota secara utuh didalam Angkatan Pemuda Republik Indonesia- Sulawesi (APRIS). Mereka kemudian bersatu membentuk gerakan yang mengambil jalan perlawanan kepada pemerintah dan dalam hal ini Kahar Muzakar diangkat menjadi pemimpinya yang dikenal dengan DI/ TII.
Dalam perkembanganya gerakan DI/ TII yang dipimpin Kahar Muzakar berkembang sangat pesat dan melakukan pemberontakan terhadap pemerintah. Markas besar tentara berusaha memanggil Kahar Muzakar untuk melakukan perundingan akan tetapi selalu menemui jalan kebuntuan sehingga Markas Besar Tentara membentuk operasi kilat atau Operasi Tuntas dalam menumpas gerakan DI/ TII. Operasi kilat dengan dipimpin oleh Pangdam XIV / Hasanuddin Brigjen Andi Muhammad Yusuf bersama pasukanya berhasil menumpas gerakan DI/ TII dan berhasil menewaskan Kahar Muzakar pada tahun 1965.
Untuk menjelaskan posisi seorang Kahar Muzakar sepatutnya pembaca dapat memposisikan kapan seorang Kahar Muzakar menjadi Pahlawan dalam melawan penjajahan Belanda serta berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, serta kapan seorang Kahar Muzakar menjadi pemberontak yang berusaha melakukan perlawanan terhadap Pemerintah Republik Indonesia. 


Sumber pustaka ;
Hadiwijoyo, Suwelo. 2013. Kahar Muzakar Dan Kartosoewirjo. Jogjakarta: Palapa
























No comments:

Post a Comment